Cara Menghemat Hardisk Rekaman CCTV dengan Motion Detection

posted in: Tutorial | 0

DVR CCTV memiliki 3 Menu Recording yang dapat kita astur sesuai kebutuhan,

  1. Continuous
  2. Motion Detection
  3. Sensor Detection

Pada Menu Continuous adalah perintah sistem DVR untuk merekam nonstop selama 24/7, setingan ini
memang tidak melewatkan rekaman satu detikpun, namun perlu hard disk (HDD) yang handal dan tahan panas.
.
Kemudian menu Mode Motion Detection dan Sensor Detection disebut juga dengan mode perekaman Event (Event Mode Recording). Artinya DVR hanya akan merekam pada saat ada event (kejadian) tertentu. Pada mode perekaman Motion Detection, event yang dimaksud adalah gerakan objek yang tertangkap oleh kamera, Baik itu pergerakan orang, mobil, bahkan hewan yang sedang berjalan di depan lensa kamera pun merupakan event motion.

Sedangkan mode rekaman Sensor Detection adalah rekaman yang terjadi akibat adanya aktivasi pada alat tambahan berupa sensor alarm. Sensor alarm seperti apakah yang dimaksud? Salah satunya adalah PIR (Passive Infra Red), atau juga bisa berupa MC (Magnetic Door) yang dipasang pada kusen dan daun pintu. Perlu pembaca ketahui, untuk menggunakan mode ini diperlukan DVR khusus yang mempunyai fitur input-output alarm. Dan biasanya harganya lebih mahal.

Penggunaan mode record berdasarkan event ini biasanya untuk menghemat penyimpanan hard disk. DVR hanya akan merekam saat ada aktivasi event atau adanya sensor gerak. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Berikut uraiannya.

Recording Motion Detection.
Untuk mengaktifkan motion detection tidak diperlukan alat tambahan.
Pengaturan relatif mudah, biasanya ada menu untuk enable/disable, sensitivitas, dan terakhir scheduling/penjadwalan kapan saja mode rekaman motion detection ini akan aktif.
Ada settingan region, dimana settingan ini memungkinkan hanya area tertentu saja yang dapat memicu perekaman.

Motion detection sangat tergantung pada tingkat kecerahan dan kebersihan (clarity) gambar. Karenanya tidak bisa digunakan pada kamera dengan gambar yang tingkat noise/interferensi-nya tinggi. Noise/interferesni pada gambar akan dianggap pergerakan oleh DVR walaupun tidak ada objek yang bergerak.
Motion detection tidak bisa digunakan pada ruangan gelap.

Penggabungan dengan fitur notifikasi email sangat sulit, karena DVR akan terus-menerus mengirim email saat ada pergerakan.

Recording Sensor Detection.
Akurasi deteksi tidak tergantung pada kecerahan/kebersihan (clarity) gambar tetapi tergantung kepada sensor alarm yang digunakan.
Bisa digunakan pada ruangan gelap dan bisa dikombinasikan dengan siren alarm. Contoh, saat ada orang yang masuk pada ruangan yang gelap, DVR akan terpicu oleh sensor untuk langsung merekam. Selain itu DVR juga akan mengaktifkan output sensor yang memicu siren alarm untuk berbunyi.
Diperlukan alat tambahan untuk mengaktifkan fitur ini, contohnya PIR (Passive Infra Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *